79

dating-thumb
[Satu tahun sebelum kecelakaan Andrea dan ayahnya]

"Kenalkan ini Christopher, dia akan mengawal ayah." Profesor Adam, ayah Andrea membawa lelaki tampan itu ke ruang tamu tempat Andrea sedang duduk dan membaca novel kesukaannya. Andrea terkesiap ketika melihat tamu yang dibawa ayahnya itu. Astaga! Lelaki itu sangat tampan, bagaikan ciptaan dewa, dengan mata gelap dan pekat serta garis wajah yang kuat, bagaikan dewa Yunani...

Lelaki itu mengulurkan tangannya dan Andrea langsung membalasnya dengan gugup, menciptakan senyum tipis di bibir lelaki itu,

"Saya Christopher. Atasan ayah anda yang juga atasan saya, menugaskan saya untuk menjaga profesor Adam."

"Kenapa harus dijaga, ayah?" Andrea menoleh ke arah ayahnya sambil mengernyitkan keningnya, bingung.

Profesor Adam melemparkan tatapan bingung ke arah Christopher, tetapi lelaki itu malahan memasang wajah datar, tidak mau membantu, membuat profesor Adam sibuk sendiri memikirkan alasannya,

"Ayah sedang menangani proyek penting dan rahasia, sayang."

"Proyek rahasia?" Andrea masih mengerutkan keningnya, ayahnya adalah profesor di bidang matematika yang sangat ahli. Tetapi apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan matematika yang bisa dianggap penting, rahasia dan membahayakan?

Christopher menatap Andrea yang tampak bingung, lelaki itu lalu memasang senyumnya yang paling manis,

"Apakah kau mau membantuku Andrea? Aku agak kesulitan mengucapkan beberapa patah kata bahasa di sini, mungkin kau bisa mengajariku."

Lelaki ini memang bukan orang sini, dan logatnya terdengar sangat aneh. Dilihat dari mukanya yang klasik dan rambutnya yang kecoklatan Andrea menebak kalau lelaki ini adalah orang eropa. Wajahnya terlalu klasik untuk menjadi orang Amerika.

Christopher mengangkat alisnya dan melihat Andrea yang sedang mengawasinya,

"Italia." Gumamnya santai, seolah mampu membaca pikiran Andrea dan seketika itu juga membuat pipi Andrea memerah karena tertebak apa yang sedang dipikirkan oleh benaknya.

Ah, orang Italia. Pantas saja. Andrea menahan senyum,

"Aku akan membantumu." Jawabnya ramah, senyumnya begitu ceria membuat Christopher yang muram mau tak mau ikut tersenyum lebar.

Profesor Adam melihat perubahan ekspresi Christopher yang menjadi hangat itu, dia melirik Andrea, puterinya yang sangat cantik dan bercahaya, yah siapapun orangnya biasanya mereka akan mudah luluh kalau sudah mengenal Andrea. Lelaki itupun dalam hatinya tersenyum, Andrea, anugerah terbesar dalam hidupnya. Dia sangat beruntung bisa memiliki putri seperti Andrea.

***

Ketika mereka sedang berdua di ruang kerjanya, suasana berubah menjadi sangat serius. Profesor Adam duduk di sana, menatap dalam-dalam ke arah Christopher yang diam dan tenang, sungguh susah membaca ekspresi lelaki ini. Lelaki ini tiba-tiba dikirimkan oleh organisasi tempatnya menerima pekerjaan khusus, katanya untuk menjaganya, karena misinya berbahaya dan melibatkan perubahan dunia, tetapi Profesor Adam bukan orang bodoh, dia tahu ada sesuatu yang aneh, yang direncanakan oleh orang-orang penting dalam organisasi berbahaya tempat dia bekerja sekarang.

Profesor Adam mendesah dan menghela napas panjang, dia sebenarnya tahu bahwa menerima pekerjaan dari organisasi ini cukup berbahaya, misi organisasi itu bukanlah misi biasa, melainkan rencana menggulingkan kekuasaan di sebuah negara. Tetapi Profesor Adam terjepit, dia terlilit hutang yang luar biasa besar, sebagai lelaki dia memang sangat jenius dan sempurna di bidang akademis, tetapi kejeniusannya itu membawa kelemahan pada dirinya, dia kecanduan berjudi. Berjudi membuat otaknya berputar, memikirkan rasio demi rasio matematika dalam memperhitungkan kemenangannya, sayangnya, kepandaian analisa dan matematikanya tidak selalu membawanya kepada kemenangan. Dua bulan yang lalu, dia kalah berjudi dalam jumlah yang sangat besar. Begitu besarnya sampai jika seluruh hartanya dijual, tidak akan mencukupi untuk membayar hutang judinya.

Profesor Adam putus asa, sampai akhirnya dia menghubungi organisasi itu, organisasi yang pernah menawarkan sejumlah uang yang cukup besar baginya, asalkan dia mau melakukan penelitian penting demi mencapai tujuan mereka. Deal kerjasama itu membereskan masalah hutang judinya, tetapi sekarang dia terikat perjanjian kerja dengan organisasi yang sangat berbahaya. Apakah pekerjaan ini akan membahayakan Andrea juga? Jantung Profesor Adam berdebar, Andrea puteri kesayangannya, dia harus menjaga Andrea sebaik-baiknya.

"Puterimu sangat cantik dan baik hati." Christopher bergumam, dari tadi matanya menelusuri seluruh bagian ruangan itu, seperti kebiasaannya, memperhatikan sampai detail yang sekecil-kecilnya.

Profesor Adam menatap lelaki di depannya itu, sikap Christopher tampak tenang, tetapi Profesor Adam tahu, ada yang begitu kelam tersembunyi di sana. Lelaki ini berbahaya.

"Aku sangat menyayanginya." Dia lalu menghela napas panjang, memaksa Christopher memalingkan wajah kepadanya, "Apakah kau dikirim untuk membunuhku?"

Ekspresi Christopher tidak terbaca, dia hanya menatap Profesor Adam dengan mata cokelatnya yang dalam,

"Kau seharusnya tahu, ketika kau mengikat perjanjian dengan organisasi itu, sama saja menyerahkan nyawa."

Jawaban tidak langsung. Tetapi Profesor Adam mengerti apa maksudnya. Dia telah menjual nyawanya kepada organisasi ini. segera setelah penelitiannya selesai, mungkin saja lelaki di depannya ini akan mencabut nyawanya.

"Apakah kau juga akan membunuh Andrea?"

Ada kilat di mata Christopher, tetapi dengan cepat lelaki itu menghapusnya, senyumnya adalah senyum muram yang menakutkan,

"Kita lihat saja nanti."

"Apakah kau bagian dari organisasi itu?" Profesor Adam tidak mau menyerah meskipun Christopher sudah memberi isyarat tidak mau bercakap-cakap lagi.

Christopher menggelengkan kepalanya pelan, "Bukan. Aku hanya disewa untuk melaksanakan tugas." Matanya menyala, "Harga sewaku sangat tinggi, dan aku hanya mau menerima pekerjaan khusus."

Profesor Adam menelan ludahnya, dia berdehem untuk mencairkan suasana menakutkan kental yang melingkupi mereka.

"Kau akan tinggal di sini?"

Christopher tersenyum, "Mungkin saja. Ini adalah tempat terbaik di mana aku bisa mengawasimu." Mata lelaki itu menatap ke luar, menerawang dan entah kenapa Profesor Adam tahu, Christopher sedang memikirkan Andrea.

***

"Hai." Andrea menoleh dan tersenyum lebar ketika mendapati Christopher sedang berdiri di ambang pintu dapur, bersandar di sana dan mengawasinya. Rambut lelaki itu basah sehabis mandi, "Bagaimana istirahatmu? Kuharap menyenangkan setelah melalui perjalanan panjang dari Italia?"

Christopher melangkah memasuki dapur, dan duduk di atas kursi dapur, "Aku naik pesawat jet." Gumamnya singkat. Lalu menuangkan kopi kental dan hitam dari mesin pembuat kopi ke mug putih yang sudah tersedia di sana. Lelaki itu meneguk kopi harum yang masih panas itu dan kemudian mengangkat alisnya melihat Andrea yang sibuk dengan sesuatu di atas kompor, "Kau memasak?"

Andrea terkekeh, "Ya. Aku memasak. Jangan menertawakanku ya, rumah ini sangat jarang kedatangan tamu, apalagi tamu menginap. Jadi untuk saat istimewa ini aku akan mempraktekkan keahlianku memasak."

"Aku bukan tamu istimewa." Christopher mengerutkan keningnya.

Tetapi rupanya Andrea tidak mau di bantah, "Kau adalah tamu pertama yang menginap di sini setelah…" dahinya mengerut, berpikir, "Bahkan aku tidak ingat lagi kapan terakhir ada tamu yang menginap di rumah ini." Andrea tertawa, suara tawanya begitu renyah, ceria, dan mau tak mau mempengaruhi suasana hati Christopher yang biasanya muram lelaki itu tersenyum tipis,

"Jadi kau masak apa?"

Andrea mengedipkan sebelah matanya, "Rahasia." Gumamnya ceria.

***

Christopher ternyata seorang penyendiri. Andrea mengamati dalam diam. Sudah hampir satu bulan lelaki itu tinggal bersama mereka. Dia memang sepertinya melaksanakan tugasnya untuk mengawal ayah Andrea, karena lelaki itu hampir setiap saat berada di dekat ayah Andrea, bahkan di saat ayah Andrea keluar, lelaki itu ada di sisinya.

Tetapi kadangkala, Andrea merasa bahwa Christopher bukanlah pengawal biasa. Lelaki itu kadang terdengar menelepon dengan bahasa italia atau bahasa inggris kepada seseorang yang sepertinya anak buahnya. Andrea tidak mengerti bahasa italia, tetapi dia mengerti bahasa inggris, dan kadang kala dia mendengar Christopher membahas tentang perkebunan dan perusahaannya.

Dari apa yang berhasil Andrea dengar, lelaki ini memiliki berhektar-hektar perkebunan yang sangat luar di Italia sana, itu berarti lelaki ini lelaki kaya.

Kalau begitu, apa yang dilakukan Christopher di sini dan mengerjakan pekerjaan sebagai pengawal?

"Jangan melamun." Suara itu tiba-tiba terdengar di belakangnya, membuat Andrea melonjak kaget.

Dia menoleh dan mendapati Christopher di sana, menatapnya dalam senyum misterius, dekat sekali di belakangnya. Andrea membalikkan tubuhnya mendadak dan menabrak Christopher, membuatnya terhuyung, untunglah Christopher memegang kedua pundaknya untuk menyeimbangkannya. Jemari Christopher terasa kuat dan panas, di kulitnya, tiba-tiba saja membuat Andrea meremang,

"Hat-hati." Christstopher berbisik pelan, dengan tatapan intens dan aneh yang tidak dimengerti oleh Andrea,

"Terima kasih." Tiba-tiba saja Andrea merasa canggung, "Aku eh...aku akan kembali ke kamar."

Dengan langkah tergesa, Andrea menuju kamarnya, diiringi oleh tatapan tajam Christopher yang berdiri diam menatapnya sampai hilang dari pandangan.

***

Christopher duduk di kamarnya. Kamar ini berada tepat di seberang kamar Andrea, matanya mengawasi seluruh isi kamar. Yah, lumayanlah untuk rumah seorang profesor. Dia sebenarnya tidak terbiasa tinggal di kamar biasa seperti ini, apalagi di dalam sebuah rumah milik orang biasa. Kamar yang disiapkan bagi Christopher biasanya kamar terbaik di hotel berbintang lima.

Tetapi saat ini Christopher sedang menjalankan tugasnya. Yah. Orang seharusnya takut padanya, dia adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat berbahaya, terkenal di dunia gelap sana sebagai pembunuh yang tak pernah gagal. Sebenarnya Christopher tidak pernah menganggap pembunuh menjadi kariernya, dulu hidupnya keras, karena dia adalah anak yang berasal dari panti asuhan dengan nama Christopher Gilardino, nama yang diberikan oleh ibu panti asuhannya karena mereka bahkan tidak tahu namanya ketika bayinya ditemukan menangis di depan pintu panti, hampir membiru karena udara luar yang dingin. Ketika remaja, Christopher meninggalkan panti asuhan, melarikan diri untuk hidup mandiri, tetapi kemudian dia terjebak di dunia gelap yang kelam, yang memberlakukan hukum rimba. Siapa yang paling kuat dia yang berkuasa.

Christopher dulu lemah, tetapi dia mempunyai semangat hidup yang kuat. Pada usia 13 tahun, dia diselamatkan dari rehabilitasi remaja oleh seorang lelaki penguasa yang sangat kejam, seorang lelaki yang sudah melihat potensinya dari kemampuan berkelahi alaminya- Lelaki itu adalah Demiris Paredesh. Demiris adalah seorang pengusaha setengah Yunani dan setengah amerika latin, yang sangat sukes dan menguasai dunia bisnis di Italia pada masa itu, kekuasaannya menyeluruh, sampai menjangkau ke dunia gelap yang pekat dan kejam. Demiris menyelamatkannya ketika dia hampir mati, menjadi bulan-bulanan setiap hari, dihajar oleh kelompok remaja yang menguasai fasilitas rehabilitasi remaja itu, dia dibenci lebih karena sosoknya yang luar biasa tampan dan sikap angkuhnya yang mendorongnya tidak mau tunduk kepada pemimpin di dalam rehabilitasi itu, ketika Demiris melihatnya dan menyadari potensinya, lelaki itu mengatur dengan segala koneksinya untuk mengeluarkan Christopher dari pusat rehabilitasi itu.

Christopher dididik oleh Demiris dengan sedemikian kerasnya sampai hampir menyerah dan ingin mati saja ketika dia menjalani malam-malam penuh darah dan olah fisik yang mengerikan. Pada awalnya dia dijadikan pengawal kelas rendahan di dalam kekuasaan Demiris, sebagai tameng awal kalau terjadi baku tembak atau serangan dari musuh-musuh Demiris, kemudian karena kemampuannya bertahan, Christopher terus dan terus naik hingga akhirnya menjadi orang kepercayaan Demiris Paredesh. Sampai kemudian di suatu titik, Christopher bisa menjadi teman dan sahabat yang sangat dipercayai oleh Demiris. Ada ikatan pertemanan yang janggal tetapi kuat di antara mereka berdua, Christopher tidak akan mengkhianati Demiris, begitu juga sebaliknya.

Ketika itu Christopher baru tujuh belas tahun, tetapi pelatihan dan hidupnya yang keras itu telah membentuknya menjadi seperti sekarang, seorang pembunuh tangguh yang menakutkan bagi siapapun yang mengenalnya.Seorang pembunuh misterius yang selalu dikenal dengan nama "Sang Pembunuh"

"Sang Pembunuh" sangat ditakuti karena tidak pernah gagal dalam menjalankan misinya, sesulit apapun itu. Semua orang pasti mati kalau dia dikatakan menjadi incaran"Sang Pembunuh". Meskipun begitu hampir tidak pernah ada orang yang mengetahui identitas sebenarnya, Christopher tidak pernah menemui kliennya hingga tidak ada yang pernah tahu wajah aslinya. Dalam menutupi penyamarannya, dia tetap bertugas sebagai pengawal dan orang kepercayaan Demiris, salah satu orang yang tahu identitas asli "Sang Pembunuh".

Dan tak disangkanya kemudian, seorang lelaki mencarinya, lelaki itu seorang pengacara yang mengatakan bahwa dia adalah pewaris darah Agnelli yang hilang. Christopher ternyata adalah anak haram yang dibuang oleh ibunya, seorang pelayan yang dihamili oleh penerus utama keluarga Agnelli yang berkuasa. Ayahnya, sang penerus keluarga laki-laki terakhir itu ternyata menderita sakit beberapa lama, yang menyebabkan dirinya impoten dan tentu saja tidak bisa menghasilkan keturunan. Hanya Christopherlah satu-satunya harapannya untuk meneruskan nama besarnya. Ayahnya kemudian menyewa detektif swasta untuk melacak Christopher dari panti asuhannya. Tentu saja dia tidak menyangka bahwa anak lelaki satu-satunya, yang dia hasilkan dari kesalahannya di masa muda, tumbuh menjadi seorang lelaki yang bergelut di dunia hitam.

Setelah hasil tes DNA dipastikan, sang ayah memohon kepada Christopher untuk meninggalkan dunia gelap yang selama ini menjadi bagian hidupnya, dan masuk ke dalam keluarga Agnelli, menjalankan semua usaha di keluarga mereka, dan Christopher menuruti permintaan ayah kandungnya itu. Bukan karena dia menyayangi ayah kandungnya - keberadaan ayahnya yang muncul tiba-tiba ketika dia sudah dewasa malahan memunculkan rasa pahit di hatinya, mengingatkannya betapa ibu kandungnya sendiri dulu membuangnya karena tidak mampu menanggung akibat affairnya dengan tuan muda keluarga Agnelli. Dari penyelidikannya, Christopher tahu bahwa ibunya bunuh diri, setelah melahirkannya, dia diusir dengan kejam karena dianggap merayu anak kesayangan keluarga Agnelli - Christopher mundur dari dunia gelap lebih karena ingin beristirahat. Tangannya berlumuran darah, dan nama keluarga Agnelli memberinya kesempatan untuk melarikan diri dan hidup normal seperti biasa.

Pada akhirnya, dia menerima warisan nama dari ayahnya yang meninggal tak lama kemudian karena penyakitnya, berikut juga warisan seluruh hartanya. Christopher benar-benar meninggalkan dunia hitam itu, membuang nama lamanya, dan menggantinya dengan Christopher Agnelli yang berkuasa, sang putera mahkota keluarga Agnelli yang sempat hilang begitu lama. Dan dia memastikan, tidak akan ada orang yang bisa menghubungkan Christopher Agnelli yang kaya dan berkuasa, dengan "Sang Pembunuh", hanya Demiris dan orang kepercayaannya seperti Richard yang tahu tentang rahasia masa lalunya.

Tetapi rupanya masa tenangnya tidak berlangsung lama, Demiris, salah satu sahabatnya, di mana Christopher pernah berhutang nyawanya di masa lalu, ketika dia masih muda dan bodoh, meminta tolong padanya.

Entah kenapa Demiris terlah terlibat hubungan rahasia dengan sebuah organisasi ekstreem yang merencanakan sebuah kudeta terselubung. Lelaki itu meminta tolong kepadanya untuk menjalankan sebuah pekerjaan kecil, menyangkut perjanjian kerjasamanya dengan organisasi itu. Kalau Christopher mau membunuh salah satu incaran organisasi itu pada waktunya, maka ketika seluruh rencana organisasi itu berhasil dan mereka bisa menguasai negara itu dengan kudeta, maka Demiris akan dengan mudah memuluskan jalan untuk memperoleh jalan untuk perizinan tambang minyak buminya di sana.

Semula Christopher menolaknya, apalagi pekerjaan ini termasuk pekerjaan yang sangat remeh, bisa dilakukan oleh siapapun dengan level lebih rendah dari dirinya. Lagipula pekerjaan ini akan memaksanya meninggalkan masa pensiunnya dari dunia kegelapan yang tenang, berkutat lagi dengan darah. Tetapi Demris memaksa, mengatakan bahwa hubungannya dengan organisasi ini adalah hubungan rahasia, yang tidak boleh diketahui siapapun selain orang yang dipercaya oleh Demiris. Demiris bersikeras tidak mau memakai orang lain selain Christopher, karena tidak ada orang yang lebih dipercayainya selain Christopher, tidak peduli seberapa remeh dan mudahnya pekerjaan ini.

Tugas ini sama sekali tidak ada untungnya baginya, dari segi material maupun kepuasan. Dia sudah tidak butuh uang, dan hasratnya membunuh sudah hilang. Tetapi dia punya hutang kepada Demiris, hutang pertemanan kepada mentor sekaligus sahabatnya itu, hutang yang harus dibayar.

Maka berangkatlah Christopher ke sebuah negara tropis kecil yang dilalui garis khatulistiwa itu, menjalankan tugas untuk membunuh korbannya, yang seharusnya mencoreng harga dirinya, karena kapasitas korban ini sangatlah mudah, seharusnya dilakukan bukan oleh pembunuh sekelas dirinya.

Christopher mengira ini semua akan berjalan mudah. Nyatanya tidak. Yang pertama, penampilannya sangat mencolok dan berbeda di negara ini, membuatnya harus sangat berhati-hati. Dia pada akhirnya memilih menghilangkan penyamaran, karena penyamaran tidak bisa dipakai di negara ini. Secara langsung dia menemui Profesor Adam, dan mengatakan tujuannya untuk mengawal lelaki itu atas suruhan organisasi tempat lelaki itu mengadakan perjanjian kerja.

Tentu saja Christopher tidak pernah mengatakan secara langsung, bahwa sebenarnya dia menerima order untuk membunuh Sang Profesor dan puteri tunggalnya, segera setelah lelaki itu menyerahkan hasil penelitiannya yang sangat rahasia kepada organisasi itu.

Andrea. Christopher mengernyit. Ketika pertama kali melihat Andrea, dan senyumannya yang begitu ceria, dada Christopher terasa ditonjok, sebuah perasaan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Ada kemarahan luar biasa dari dadanya, mengutuki kenapa gadis seceria dengan senyuman seindah itu harus segera berakhir nyawanya karena kebodohan ayahnya. Dan Christopher pula yang harus mencabut nyawanya! Kadang dia merasa jengkel melihat sang Profesor yang dengan bodohnya mempertaruhkan nyawanya, menjalin kerjasama dengan organisasi yang dia tahu sangat kejam dan berbahaya, serta melibatkan Andrea yang tidak tahu apa-apa.

Mungkin sang profesor mempunyai alasannya sendiri. Apapun itu...Jauh di dasar hati Christopher, dia mencemaskan Andrea.

Andrea...Perempuan itu selalu ada di benaknya, bahkan menghantui saat tidurnya, tubuhnya mungil dan menggairahkan, membuat Christopher merasakan gairahnya naik setiap melihatnya...ya Andrea dengan senyum cerianya telah menarik perhatian Christopher, menumbuhkan suatu rasa yang tidak pernah diberikan Christopher kepada perempuan manapun.

***

Sekali lagi tampaknya ada kesibukan di dapur, membuat Christopher mengerutkan keningnya. Dia sudah hampir dua bulan tinggal di rumah mungil ini dan merasakan perasaan yang aneh, seakan dia berada di rumahnya sendiri, dan seakan Andrea memang seharusnya berada dimanapun dia berada.

Christopher selalu menahan diri, meskipun kadangkala dia menatap Andrea dan merasakan gairahnya tiba-tiba naik. Kadang dia bergegas mandi air dingin untuk meredakan gairahnya, tersenyum masam dan berharap ini hanyalah salah satu efek selibatnya selama beberapa lama tanpa perempuan. Christopher semula berpikir dia akan merasakan gairah ini pada wanita manapun yang cocok dengan kriterianya. Tetapi ternyata tidak, banyak wanita cantik yang terntu saja bersedia memuaskan hasratnya, tetapi dia hanya ingin Andrea, dia tidak mau yang lainnya.

Dengan langkah tenang dan memasang ekspresi datar, Christopher melangkah memasuki dapur,

"Ada apa ini?" dilihatnya Andrea sedang mengiris sepotong besar kue bolu lemon berbentuk lingkaran dan meletakkannya diwadah kotak-kotak. Di kotak yang lain ada nasi, mie goreng, ayam panggang yang tampak lezat dan berkilauan karena sausnya, dan juga beberapa botol jus jeruk,

"Kita akan piknik." Andrea tersenyum lebar. "Hari ini cuacanya cerah sekali dan ayah setuju untuk piknik di tengah kebun teh di pegunungan, kau pasti suka Christopher, mungkin selama ini kau kepanasan di sini, tapi aku jamin di kebun teh nanti, kau akan kedinginan."

Christopher hanya terdiam, mengamati Andrea yang tampak ceria, bersenandung sambil mengatur bekal-bekal pikniknya ke dalam tas berbentuk keranjang besar yang telah di siapkannya.

Piknik di ruangan terbuka, berbahaya. Apalagi Christopher mulai menemukan petunjuk bahwa beberapa agen pemerintah yang khusus melakukan maintenance terhadap hubungan luar negeri secara rahasia, mulai mengendus perjanjian kerjasama antara profesor Adam dengan organisasi asing tersebut. Tetapi sekali lagi Christopher melirik ke arah Andrea dan merasa tidak tega harus mengatakan bahwa seharusnya mereka tidak pergi piknik.

Yah...Christopher hanya harus mencoba tampil tidak mencolok, meskipun rasanya sulit mengingat penampilannya yang amat berbeda.

Dia melangkah keluar dapur, dan berpapasan dengan profesor Adam, mereka bertatapan penuh makna,

"Kenapa kau menyetujui kegiatan piknik di luar itu?" Tatapan Christopher tampak mencela, "Kau tahu bukan bahwa itu berbahaya?"

Profesor Adam tampak menyesal, "Aku tahu ini berbahaya, tetapi Andrea menginginkannya dan dia tampak sangat bahagia dengan rencana itu hingga aku tidak tega untuk mencegahnya."

Christopher mengamati profesor Adam dan kemudian tersenyum pahit. Lelaki ini sama sepertinya, bersedia melakukan apapun demi mendapatkan senyum ceria Andrea.

***

Mereka memilih tempat berumput rendah di tengah kebun teh yang terbuka untuk umum, udara sejuk dan berangin, membuat Christopher meragukan acara makan siang di alam terbuka seperti ini. Dia melirik ke arah Andrea yang hanya mengenakan sweater tipis dan mengerutkan keningnya,

Tetapi bagaimanapun juga acara piknik ini sepadan, Andrea begitu ceria hingga matanya berbinar-binar dan pipinya bersemu kemerahan, tampak amat sangat cantik,

Meskipun udara dingin dan berangin, membuat rambut mereka berantakan, tetapi mau tidak mau Christopher menyukai acara ini, makanannya sangat lezat, dibuat sendiri oleh tangan mungil Andrea yang terampil.

"Ayo kita ke sungai, di belakang kebun teh ini ada sungai kecil yang mengalir, airnya bening sekali dan sedingin es." Andrea beranjak dengan bersemangat ketika mereka menyelesaikan makannya.

Christopher melirik ke arah profesor Adam, lelaki tua itu tampak mengantuk dan menggelengkan kepalanya,

"Kalian saja yang ke sana, medan untuk pergi ke sungai itu terlalu berat untukku karena harus menuruni bukit yang licin. Mungkin aku akan menikmati udara dan tidur dulu."

Andrea mengalihkan tatapannya ke arah Christopher,

"Apakah kau mau menemaniku?"

Christopher masih menatap profesor Adam, sambil mengernyitkan keningnya,

"Anda tidak apa-apa sendirian di sini profesor?" Sebenarnya Christopher ragu. Bagaimana kalau lelaki tua ini melarikan diri? Tetapi kemudian dia menghapus kemungkinan itu dari benaknya. Dia memegang Andrea, dan dia tahu profesor Adam tidak akan pernah meninggalkan Andrea, lelaki itu terlalu mencintai puterinya.

"Aku akan baik-baik saja di sini." Profesor Adam melemparkan tatapan penuh makna, tampaknya mengerti apa yang sedang berputar di benak Christopher.

Chistopher akhirnya mengikuti ajakan Andrea menuruni bukit itu, menuju sungai yang katanya sangat indah.

***

Andrea berdebar, tentu saja, dibalik sikap cerianya sebernarnya Andrea merasa gugup kalau berada di dekat Christopher, lelaki itu memang jarang tersenyum dan selalu memasang ekspresi datar, tetapi kalau dia tersenyum meskipun hanyalah senyuman tipis ketampanannya makin luar biasa.

Yah, meskipun lelaki ini pada dasarnya luar biasa tampan, dengan wajah klasik ala bangsawan romawi jaman dahulu, dan mata cokelat gelap yang dalam.

Andrea melirik ke arah Christopher yang berjalan dengan tenang di sisinya dan berusaha menetralkan detak jantungnya.

"Dingin?" Christopher sepertinya mengamati Andrea, membuat Andrea mendongakkan kepala malu.

"Tidak kok, aku senang begini." Gumam Andrea dalam senyum. Dan kemudian tanpa disangkanya, lelaki itu melepaskan jaket warna cokelat gelapnya dan meletakkannya di bahu Andrea.

"Eh...tapi kau yang akan kedinginan." Gumam Andrea protes.

Christopher tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tentu saja tidak, aku laki-laki aku yang lebih kuat."

Dada Andrea dipenuhi oleh perasaan asing yang belum pernah dirasakannya sebelumnya, dia menatap Christopher malu-malu dan tersenyum,

"Terima kasih ya."

Christopher menganggukkan kepalanya lalu jemari kuatnya menggandeng Andrea menuju sungai.

Mereka sampai di tepian tebing yang tidak terlalu dalam, dan sungai itu ada di bawah, tampak bergemericik dengan aliran bening yang menyegarkan.

Christopher mengerutkan keningnya, menuruni lembah menuju sungai tidak akan menyulitkannya, tetapi tanah yang landai itu licin dan basah dengan lumpur di ujungnya, dia meragukan kalau Andrea bisa melaluinya, diliriknya Andrea yang mengenakan kemeja putih, celana pendek selutut warna hitam dan sandal datar...perempuan ini akan mengotori kemejanya yang putih bersih, gumamnya dalam hati.

"Kau bisa menuruninya?" Christopher mengangkat alisnya dan menatap Andrea yang tampaknya sangat bersemangat.

Andrea menganggukkan kepalanya, "Aku biasanya menuruninya sendiri, meskipun beberapa kali aku terpeleset dan berguling-guling di lumpur yang empuk itu." Gumamnya lucu, membuat Christopher tidak bisa menahan diri untuk terkekeh,

"Well kalau begitu mari kita coba." Jemarinya menggandeng jemari mungil Andrea, mengajaknya menuruni tanah yang landai itu dengan hati-hati.

Mereka bergerak pelan, menyadari betapa licinnya tanah itu di bawah alas kaki mereka, hingga kesalahan sedikit saja bisa membuat mereka tergelincir ke bawah. Andrea tanpa sadar mencengkeram erat-erat jemari Christopher...Tetapi tiba-tiba saja kakinya terantuk batu yang entah kenapa menyembul di balik lumpur, langkahnya terhuyung dan kemudian jatuh kehilangan keseimbangannya, membawa Christopher bersamanya.

Dengan cepat tubuh mereka berguling, dan baru berhenti setelah mencapai ujung lembah di tepi sungai. Tubuh dan pakaian mereka belepotan lumpur yang basah, bahkan ada beberapa di rambut dan wajah mereka.

Christopher yang bangun duluan duduk di atas lumpur dan mencoba membersihkan pakaian dan rambutnya, sebuah usaha yang sia-sia mengingat lumpur itu begitu banyaknya.

Sementara itu Andrea masih terengah karena berguling tadi, tetapi kemudian ketika melihat keadaan Christopher yang belepotan lumpur, dia tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Bagaimana tidak? Sungguh pemandangan yang langka menemukan Christopher yang selalu tampil sempurna sekarang benar-benar dilumuri lumpur kecokelatan.

Tawanya membuat Christopher menoleh dan menatapnya dengan tatapan memperingatkan,

"Kenapa kau tertawa?"

Tentu saja tatapan memperingatkan itu tidak mempan untuk Andrea, dia terlalu geli hingga tawanya makin keras, lalu tawa itu menular, membuat Christopher tersenyum dan senyumnya melebar menjadi kekehan pelan, dia mengangkat alis dan memandang dirinya sendiri,

"Aku tidak membawa baju ganti." Gumamnya sambil melempar tatapan menuduh ke arah Andrea. Matanya menatap ke arah keindahan di depannya, Andrea yang cantik dan tertawa lepas, meskipun belepotan lumpur, tiba-tiba dada Christopher terasa hangat dan dia tidak bisa menahan diri.

Diraihnya Andrea ke dalam pelukannya dan diciumnya lembut. Semula Andrea terkesiap, matanya membelalak, tetapi Christopher sangat ahli, tahu bahwa Andrea tidak berpengalaman, di kecupnya bibir Andrea berkali kali dan kemudian dengan tanpa kentara dipagutnya lembut, seperti seorang kekasih yang mencoba meyakinkan pasangannya bahwa dia tidak akan menyakitinya.

Kemudian Christopher merasakan penyerahan diri Andrea dari matanya yang terpejam dan tubuhnya yang lunglai pasrah dalam pelukan Christopher, lelaki itu mengerang dengan perasaan memiliki dan memperdalam ciumannya, dengan lumatan penuh gairah yang tidak tertahankan lagi, dilumatnya bibir Andrea, dirasakannya kemanisan yang luar biasa dari bibir itu, dan kemudian lidahnya menelusup, menjelajahi seluruh bibir Andrea dan mengenalinya, dengan lembut tentu saja karena Christopher tidak mau Andrea lari ketakutan akibat gairahnya yang bergejolak.

Lama kemudian, ketika Christopher merasakan Andrea megap-megap akibat ciumannya yang terlalu dalam, dia melepaskan bibirnya. Kepala mereka masih beradu begitu dekat, napas mereka masih hangat dan menyatu, Christopher bisa melihat betapa bibir Andrea sedikit bengkak akibat ciumannya yang kuat. Lalu mata cokelat dalamnya menatap ke arah mata Andrea yang berkabut, membuat pipi Andrea bersemu kemerahan,

"Aku tidak akan minta maaf karena menciummu." Suara Christopher datar dan serak, "Karena aku sudah ingin melakukannya sejak lama."

Semu kemerahan di pipi Andrea makin nyata, jantungnya berdebar dengan kencangnya, oh Astaga! Christopher menciumnya! Lelaki itu menciumnya! Apakah itu hanyalah ungkapan gairah terpendamnya ataukah Christopher benar-benar tertarik kepadanya?

Mata Andrea mencoba menyelami mata cokelat Christopher yang dalam dan dia tidak menemukan jawabannya, tetapi kemudian bibir Christopher tersenyum tipis, lelaki itu tiba-tiba mengecup ujung hidung Andrea dengan sayang,

"Kuharap kau tidak marah padaku."

Andrea tidak marah, bagaimana mungkin dia bisa marah? Perasaannya campur aduk dan tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tetapi Andrea tahu pasti, ‘marah' bukanlah salah satu di antaranya.

***

Sementara itu dari atas tebing, tanpa diketahui oleh dua sosok manusia yang berpelukan itu, profesor Adam berdiri mengamati dengan bingung campur lega. Bingung karena rasa bersalahnya menyeruak, membiarkan Andrea jatuh begitu saja dalam pesona Christopher tanpa peringatan, tetapi sekaligus lega, lega karena Christopher tertarik kepada Andrea, kalau perasaan itu bisa tumbuh lebih dalam, itu mungkin bisa menyelamatkan nyawa Andrea, Christopher sudah pasti tidak akan membunuh perempuan yang dicintainya bukan?

Profesor Adam rela melakukan apapun. Apapun, bahkan dengan taruhan nyawanya, asalkan Andrea bisa selamat.

***

Hubungan mereka berdua berubah sejak ciuman di tepi sungai itu, Andrea tidak menahan-nahan lagi rasa tertariknya yang bertumbuh dengan pesat kepada Christopher, begitupun sebaliknya, lelaki itu tidak bisa lagi menahan dirinya untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada Andrea.

Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, dan sangat menikmatinya. Kadang mereka hanya berdiam di rumah, tidak kemana-mana, duduk membaca dengan secangkir kopi panas di meja. Setelah lama, Christopher akan menarik Andrea ke dalam pelukannya dan menciuminya, lalu mereka akan bercumbu.

Tetapi rupanya Christopher masih menahan diri untuk melakukan sesuatu yang lebih. Andrea adalah perempuan polos yang belum berpengalaman, dan Christopher tidak mampu merusak kepolosan itu hanya karena ingin melampiaskan gairahnya.

Dia sudah memikirkannya sejak lama. Mereka memang baru bertemu sebentar, tetapi dorongan gairah mereka dan keterikatan di antara mereka begitu kuatnya, membuat Christopher yakin bahwa Andrea adalah tempatnya berlabuh,

Kemudian di suatu malam, ketika Andrea pulang dia menemukan ruangan begitu gelap dan pekat, dahinya mengernyit. Apakah mati lampu? Tetapi lampu jalanan menyala terang di sekeliling kompleks, berarti tidak mungkin mati lampu. Lagipula kenapa rumah begitu senyap, dimana Christopher dan ayahnya?

Andrea masuk ke ruang tengah, ruangan dengan karpet tebal dan sofa empuk, tempat dia sering menghabiskan waktu bersama Christopher, ruangan itu temaram, oleh cahaya lilin. Andrea melangkah semakin masuk ke tengah ruangan dan mendapati, pemandangan yang sangat indah dan mencengangkan.

Sembilan buah lilin biru yang diatur dengan posisi setengah melingkar, begitu indahnya menguarkan cahaya keemasan dengan nuansa biru, menimbulkan bayangan bergerak di seluruh ruangan yang temaram, membuat Andrea tersenyum.

"Kau menyukainya?" suara Christopher tiba-tiba terdengar dekat di belakangnya, membuat Andrea terlonjak kaget, dia menoleh dan mendongakkan kepalnya, menatap Christopher yang menatapnya lembut, cahaya lilin telah menciptakan siluet di sana, hingga membuat Christopher kelihatan misterius.

Andrea tersenyum, "Ini bagus sekali."

Christopher lalu menghela Andrea mendekati lilin-lilin itu, "Aku sebenarnya ingin membeli bunga mawar, sembilan tangkai bunga mawar untukmu, yang artinya ‘saling mencintai selamanya'. Tetapi kemudian aku melihat lilin biru ini, sangat indah, aku membayangkannya menyala di kegelapan, menyambutmu pulang, rasanya akan lebih romantis daripada ketika aku memberimu sembilan tangkai mawar merah." Ekspresi Christopher berubah serius, "Aku baru sebentar mengenalmu, tetapi aku tahu bahwa kau berbeda Andrea, kau memiliki hatiku begitu saja tanpa aku menyadarinya."

Andrea merasakan dadanya sesak. Terharu sekaligus bahagia, air mata menggenang di sudut matanya, membuatnya tidak bisa berkata-kata. Kalimat Christopher itu….lelaki itu memang selalu bersikap lembut dan penuh sayang kepada Andrea, tetapi belum pernah satu ungkapan cintapun terungkap, apakah ini...apakah ini adalah pernyataan cinta Christopher?

Lalu tiba-tiba saja, sebuah kotak beludru terbuka, dengan cincin emas yang berhiaskan berlian putih berkilauan di dalamnya ada di tangan Christopher,

Andrea menatap cincin itu, terpukau oleh keindahannya. Kemudian dia mengalihkan tatapan mata terkejut ke arah Christopher, ekspresi lelaki itu mengungkapkan maksudnya dan jantung Andrea berdebar kencang.

Apakah Christopher...

"Andrea, maukah kau menjadi isteriku?"

Ucapan lamaran itu terucap dari bibir Christopher yang tipis dan indah, dengan suara serak dan penuh perasaan, membuat air mata Andrea membanjir. Dia menganggukkan kepalanya, tanpa pertimbangan apa-apa lagi. Yang penting adalah Christopher mencintainya, dan dia mencintai laki-laki itu. Perasaan mereka begitu dalamnya, dan mereka harus bersama.

"Ya Christopher, aku mau...aku mau…"

***

"Aku akan membawa Andrea ke Italia untuk menikah." Christopher bergumam pada tengah malam, setelah yakin bahwa Andrea terlelap dan tak akan bangun, dia menemui profesor Adam yang masih mengerjakan penelitiannya di ruang kerjanya

Profesor Adam yang tadi setuju untuk sembunyi sementara di ruang kerjanya sementara Christopher melamar Andrea, menganggukkan kepalanya dengan serius,

"Itu bagus." Lelaki tua itu lalu menghela napas panjang, "Kurasa kau tahu kenapa aku menyetujui pernikahan ini."

Christopher menganggukkan kepalanya, "Aku akan melindungi Andrea dengan nyawaku sendiri."

Wajah Profesor Adam tampak sedih, menyadari kalau Christopher tidak mau membunuhnya, organisasi itu pasti akan mengirimkan orang lain untuk menghabisinya. Tetapi setidaknya Andrea tidak terlibat, setidaknya Andrea berada di tangan orang yang paling kuat untuk melindunginya, itu sudah cukup untuknya.

"Terima kasih Christopher, aku bersyukur Andrea akan menikah dengan seseorang sepertimu." Profesor Adam mengucap restunya dengan lemah, merasakan sedikit pedih di dadanya karena Andrea, puterinya satu-satunya sebentar lagi akan dijauhkan dari dirinya.

***

Kemudian Christopher menelepon Demiris dan menceritakan semuanya, membuat lelaki itu tercengang.

"Maksudmu...kau akan membatalkan semua tugas itu karena kau jatuh cinta dengan anak perempuan si profesor?"

"Kau sudah mendengar sendiri tadi." Jawab Christopher tenang.

Demiris tampak kehabisan kata-kata, lalu lelaki itu mendesah, masih tampak kaget,

"Apakah kau yakin, Christopher? Kau tidak pernah gagal dalam tugasmu sebelumnya...Apalagi profesor dan puterinya ini adalah tugas yang sangat mudah...reputasi "Sang Pembunuh" akan tercoreng kalau itu terjadi."

"Aku tidak peduli dengan reputasi "Sang Pembunuh", dia sudah lama mati, kau tahu aku sudah membuatnya pensiun sejak lama, dan menjalani hidupku sebagai Christopher Agnelli Hanya karenamulah aku mau membangunkan lagi "Sang Pembunuh", tetapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya, Demiris. Aku mencintai Andrea dan aku akan menjaganya."

"Bagaimana dengan sang profesor?"

Christopher menghela napas panjang, "Aku sudah menawarkan untuk membawanya ke italia untuk melindunginya, tetapi dia menolak. Dia ternyata mengidap kanker hati, umurnya sudah tidak lama lagi, jadi dia pasrah menunggu apapun yang akan dilakukan oleh organisasi itu kepadanya, lagipula dia berpikir kalau dia ikut ke italia, dia akan membawakan bahaya terus menerus kepada Andrea."

Demiris tercenung, lalu menghela napas panjang, "Oke, mau bagaimana lagi. Kau sepertinya benar-benar serius dengan perempuan yang satu ini. Aku akan menginformasikan bahwa aku gagal melakukan yang mereka minta kepada organisasi itu, dan bersiap untuk kehilangan kesempatan besar membangun kilang minyakku di negara itu." Suaranya tampak mencela tapi tidak marah, malahan Christopher mendengar senyum di dalam suaranya, "Sebaiknya cepat kau bawa gadis itu pergi, Christopher, penelitian sang profesor sangat penting dan rahasia dan begitu aku menginformasikan kepada organisasi itu bahwa kau sudah melepaskan tugasmu, mereka akan berusaha mengirimkan pembunuh lain tanpa melalui aku, yang mungkin lebih kasar dan menggunakan cara rendahan daripada dirimu."

***

"Kenapa ayah tidak bisa ikut ke Italia untuk menghadiri pernikahan kami?" Andrea masih saja mengerutkan keningnya rupanya hal itu masih mengganjal di benaknya meskipun mereka telah melalui adu argumentasi dan penjelasan-penjelasan yang panjang sehingga menemukan kompromi, koper-koper sudah di packing rapi, dan mereka sedang menunggu taxi untuk mengantar ke bandara.

Profesor Adam tersenyum lembut, mengecup dahi puterinya itu dan menggelengkan kepalanya, dengan sabar mengulang kembali alasan yang selalu didengungkannya kepada Andrea,

"Kau tahu ayah tidak bisa, ada pekerjaan yang mengharuskan ayah tetap tinggal. Toh kau bisa mengunjungi ayah nanti kalau sudah menikah." Profesor Adam mengernyit dalam hatinya, memandang wajah Andrea dalam-dalam, puteri kesayangannya yang mungkin tidak akan bisa dilihatnya lagi.

Ada alasan lain lagi yang tidak diberitahukannya kepada Andrea, kondisi kesehatannya benar-benar sudah buruk sekarang, mungkin karena gaya hidupnya yang tidak sehat, membuat tubuhnya yang sudah menua tumbang oleh berbagai penyakit, terakhir dia meriksakan diri, dokter sudah mendiagnosis dirinya mengidap kanker hati. Yah, bagaimanapun juga umur manusia ada batasnya, setidaknya dia bisa meninggal dengan pengetahuan bahwa Andrea di jaga di tangan yang tepat.

Sebenarnya butuh waktu lama bagi Christopher untuk meyakinkan Andrea supaya mau meninggalkan ayahnya di sini untuk menikah di Italia. Andrea bersikeras mengajak ayahnya, bahkan dia meminta supaya mereka menikah di negara ini saja sehingga tidak perlu meninggalkan porfesor Adam. Ketika Christopher menyerah dengan kekeraskepalaan Andrea, profesor Adam turun tangan, dengan kasih sayang seorang ayah, dia menerangkan bahwa ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya di sini, bahwa dia terlalu tua dan lelah untuk menempuh perjalanan jauh, bahwa dia akan baik-baik saja di sini selama Andrea berangkat ke Italia untuk menikah dan berbulan madu.

Profesor Adam menekankan bahwa setelah bulan madu mereka, Andrea dan Christopher bisa pulang lagi kemari - itu mungkin merupakan kebohongan putihnya pada Andrea karena jauh di dalam hatinya, profesor Adam tahu bahwa Christopher mungkin tidak akan membawa Andrea pulang lagi, demi keselamatan Andrea. Pada akhirnya Andrea mau mengerti semua penjelasan profesor Adam dan mau berangkat ke Italia bersama Christopher meninggalkan ayahnya di sini.

Taxi mereka datang, dan Christopher yang sejak tadi membisu, menyalami profesor Adam dengan ekspresi datar,

"Semoga kau baik-baik saja profesor." Gumamnya tenang, penuh makna.

Profesor Adam tersenyum, lalu tanpa di duha memeluk Christopher dengan cepat lalu menepuk bahunya,

"Jaga Andrea baik-baik." Pesannya.

Andrea menangis, memeluk ayahnya dan mencium ke dua pipinya, "Ayah jaga diri ya, segera setelah menikah, aku akan pulang lagi bersama Christopher." Bisiknya dengan berurai air mata, tidak menyadari bahwa Profesor Adam melempar pandangan ke arah Christopher, pandangan penuh pengetahuan bahwa mungkin saja Andrea tidak akan pernah kembali ke negara ini.

***

Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka mendarat di bandar udara internasional, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Tuscany, kawasan yang terkenal dengan perkebunan anggur dan zaitun. Meskipun lelah, Andrea sangat menikmati perjalanan itu dan merasa sayang jika sampai tertidur, dia sangat menyukai tempat, pemandangan, suasana, dan keindahan kota-kota kuno dan ladang bunga matahari damai dan tak berujung di pedesaan.

Christopher menjelaskan bahwa mereka sekarang berada di daerah antara Florence dan Siena yang juga mencakup wilayah anggur Chianti dan juga San Gimignano, di mana Christopher sendiri memiliki perkebunan anggur yang cukup luas di sana.

Mereka harus menempuh sekitar 80 kilometer lagi menuju ke kota Lucca, sebuah kota yang berada di atas sebuah dataran tinggi dengan pegunungan Alpen menjulang di atasnya.

Selama beberapa jam kemudian, Andrea akhirnya tertidur, dan baru terbangun ketika Christopher menyentuh bahunya dengan lembut, dia tertidur pulas di pangkuan Christopher,

"Kita sudah sampai di kotaku." Gumam Christopher serak, menatap Andrea dengan tatapan mata dalam dan bergairah.

Andrea terpesona. Kota ini hampir seperti bayangannya ketika melihat acara-acara yang membahas wisata Italia di televisi, kota ini terkenal oleh dinding yang dulunya merupakan benteng pertahanan, peninggalan dari arsitektur kuno yang megah, dan juga peninggalan bangunan bersejarah lainnya.

Tempat tinggal Christopher sendiri merupakan sebuah kastil yang indah bercat putih bersih, menjulang di tengah dataran rumput dan warna oranye pepohonan menjelang musim gugur.

Mereka turun dari mobil dan beberapa pelayan pria langsung datang dan mengangkut barang-barang mereka.

Richard sang pelayan utama berdiri menyambut di depan, menatap Andrea dengan senyum hangatnya,

"Selamat datang tuan Christopher, selamat datang nona Andrea." Lelaki itu membungkukkan badannya dengan hormat.

Christopher menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis,

"Apakah persiapan pernikahan sudah siap?"

"Semua sudah disiapkan tuan, berkas-berkasnya sudah diletakkan di meja anda oleh pengacara anda, besok dijadwalkan pernikahan jam sepuluh di sini."

Christopher menoleh, menatap ke arah Andrea dan tersenyum meminta maaf,

"Maafkan aku atas pernikahan yang tergesa-gesa ini. Tetapi aku sungguh ingin menikahimu, dan tidak ingin diperlambat oleh urusan persiapan pesta dan yang lainnya. Kita bisa menikah dulu, diam-diam, rahasia. Dan kemudian menikmati bulan madu kita dalam ketenangan, setelah waktunya tepat, baru kita umumkan pernikahan ini dan kemudian merancang pesta yang sangat besar untuk merayakannya dan mengundang semua orang yang perlu diundang."

Andrea tersenyum, melemparkan tatapan mata memuja kepada Christopher,

"Aku tidak peduli dengan pesta. Aku ingin segera menjadi milikmu, Christopher."

***

Dan begitulah, dalam upacara pernikahan yang sederhana, mereka terikat sebagai suami isteri, hanya disaksikan oleh Demiris, pengacara dan beberapa orang kepercayaan Christopher, lelaki itu melingkarkan cincin tanda kepemilikannya di jemari Andrea, dan kemudian mengecup pengantinnya.

Meskipun sederhana dan tidak dirayakan dalam keramaian, Andrea sangat bahagia, dia tampak begitu cantik dan berbinar-binar sehingga Demiris pun menyenggol Christopher sambil mengamati Andrea,

"Tak heran kau begitu terpesona kepadanya, dia begitu cantik, dan kecantikannya seperti dewi italia yang luar biasa." Demiris menatap Andrea dan mengerutkan keningnya, "Dia tidak seperti penduduk lokal negara itu pada umumnya, tidakkah kau memperhatikan rambutnya, tekstur wajahnya dan warna kulitnya yang keemasan seperti zaitun murni itu? Aku merasa dia lebih mirip perempuan spanyol dengan rambut hitam yang tebal dan bentuk tubuh yang mungil tetapi sintal itu." Demiris sendiri berdarah Yunani setengah amerika latin, nama Demiris berasal dari ibunya yang Yunani asli, sedangkan nama Paredesh berasal dari ayahnya seorang pengusaha Amerika latin yang jatuh cinta dan menikahi ibunya dalam kunjungan bisnisnya ke Yunani.

Christopher mengamati Andrea dengan tatapan mata puas, mengagumi kecantikan isterinya, miliknya. Lalu dia melemparkan tatapan mata mencela kepada Demiris,

"Kau berani-beraninya mengomentari bentuk tubuh isteriku?"

Demiris tertawa, "Hei, aku memuji isterimu. Dia memang luar biasa cantiknya, apakah ibunya atau ayahnya mungkin keturunan spanyol?"

Christopher mengernyitkan keningnya. Tidak. Dia melihat sendiri foto Profesor Adam dan mendiang isterinya. Tidak ada sedikitpun terlihat ada darah asing mengalir di tubuh mereka. Tetapi kata-kata Demiris ada benarnya juga, Christopher selama ini tidak pernah memikirkannya, tetapi jika dilihat dengan benar, Andrea benar-benar tampak berbeda dari kedua orang tuanya. Dia akan menyelidikinya nanti.

Nanti. Karena sekarang, waktunya dia memiliki isterinya.

Pesta sudah hampir usai, dan Christopher merangkulkan lengannya di pinggang isterinya, dengan bergairah dan penuh makna, hingga Andrea tersenyum malu-malu, lalu mengikuti Christopher dihela menuju kamar besar mereka yang telah disiapkan, meninggalkan para tamu di belakang mereka.

Kamar itu besar dan indah, cahayanya temaram, dan Andrea melihat satu-satunya cahaya itu berasal dari sembilan lilin biru yang diatur setengah melingkar dengan indahnya di sana. Matanya menoleh ke arah Christopher dan tersenyum haru, teringat akan kenangan indah ketika Christopher melamarnya dalam buaian cahaya temaram dari sembilan lilin biru yang indah itu.

"Christopher." Andrea mendesah ketika lengan Christopher melingkari pinggangnya dari belakang, lelaki itu menundukkan kepalanya dan mengecup sisi leher Andrea, membuatnya menggelenyar,

"Kau menyukainya?" Christopher berbisik serak, merasa puas ketika Andrea menganggukkan kepalanya, "Aku berharap ketika kau melihat lilin berwarna biru itu, kau akan selalu mengingat betapa aku mencintaimu Andrea, betapa aku sangat sangat menyayangimu dan ingin menjagamu selamanya."

Lelaki itu menurunkan gaun putih Andrea yang indah, yang khusus dipesan untuk pernikahan mereka. Kemudian mengecupi pundak Andrea dari belakang, membuat Andrea mendongakkan kepalanya, pasrah dah bersandar kepada Christopher, suaminya.

"Aku sangat ingin memilikimu. Kau membuatku hampir gila karena menahan gairahku, tetapi aku tidak ingin menodaimu, tidak sebelum kau resmi menjadi milikku." Christopher bergumam serak, mendongakkan kepala Andrea dari belakang, kemudian melumat bibirnya dari sana. Kecupannya lembut, penuh penghargaan, membuat Andrea merasa begitu dihargai, begitu dicintai sebagai seorang perempuan.

Jemari Christopher menyentuh buah dadanya yang hanya terlindung bra berwarna krem berenda yang mungil, karena gaun pengantinnya telah melorot sampai ke pinggang. Christopher membuka bra Andrea dengan lembut, lalu jemarinya menangkup payudara Andrea, memberikan kehangatan di sana sehingga tubuh Andrea menggelinjang atas sensasi pertama yang dirasakannya.

Andrea terkesiap ketika Christopher menggerakkan jemarinya sambil lalu namun penuh keahlian ke putting payudaranya, membuat puting itu menegang, menginginkan sentuhan lebih dan lebih lagi.

Dan Christopher memberikannya, jemarinya memilin putting Andrea dengan lembut, berhati-hati supaya tidak menyakitinya. Menikmati indahnya payudara isterinya yang begitu pas di tangannya.

Kejantanan Christopher menegang dan siap untuk Andrea, dia kemudian merengkuh tubuh mungil isterinya dan membawanya ke ranjang, dibaringkannya tubuh Andrea dengan lembut, lelaki itu setengah menindih Andrea, tangannya bertumpu pada tepi kepala Andrea, kepalanya menunduk dan menatap mata Andrea dengan mata teduhnya,

"Nanti rasanya akan sakit." Gumam Christopher dengan tatapan memperingatkan.

Andrea tersenyum, menatap wajah Christopher di atasnya, jemarinya terulur lembut dan membelai wajah Christopher, membuat lelaki itu menelengkan kepala dan mengecup jemarinya dengan mata terpejam,

"Tidak apa-apa." Andrea bergumam lembut, malahan membuat Christophr mengerutkan keningnya,

"Aku belum pernah bercinta dengan perawan sebelumnya, semua orang bilang rasanya akan sangat sakit bagimu." Christopher menundukkan kepalanya dan mengecup dahi Andrea dengan lembut, "Apapun yang terjadi sayang, kau harus tahu bahwa menyakitimu adalah hal terakhir yang aku pikirkan."

Lelaki itu lalu menunduk dan menghadapkan bibirnya ke bibir Andrea, dia mengecup kehangatan bibir Andrea dengan lembut, kemudian melumatnya, membuat Andrea melingkarkan kepalanya di sekeliling leher Christopher, semakin merapatkan lelaki itu kepadanya.

Bibir Christopher menjelajah, memberikan ciuman yang luar biasa lembut dan menggoda ke seluruh bibir Andrea, lidahnya berpilin dengan lidah Andrea, menggoda di sana, dan kemudian dengan sebelah tangannya, lelaki itu memelorotkan gaun Andrea yang sudah berada di pinggang, menurunkannya hingga menuruni pinggulnya, Andrea membantu dengan melemparkan gaun itu melalui kakinya.

Sekarang dia sudah berbaring, setengah telanjang dengan hanya mengenakan celana dalam krem berenda yang senada dengan branya yang sudah dibuang Christopher ke karpet tadi. Christopher menatap tubuh isterinya dan terpesona akan keindahan warna keemasan seperti zaitun di kulit isterinya. Jemarinya menelusuri di sana, kembali ke buah dadanya dan mencumbunya lembut, tangannya memilin puting payudara Andrea dan membuatnya mengeras kembali.

Lalu lelaki itu mendekatkan bibirnya, meniupkan uap napasnya yang hangat di puting itu, membuat Andrea tanpa sadar melengkungkan punggungnya dan meminta lebih, dan kemudian Christopher menjilatkan lidahnya menggoda di putting payudara Andrea, menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik di sana. Andrea mendesah pelan, dan mendorong kepala Christopher makin mendekat, sampai kemudian lelaki itu menenggelamkan payudara Andrea ke mulutnya dan menghisapnya pelan.

Gairah yang luar biasa pekat langsung menyelubungi Andrea, menimbulkan rasa aneh di pangkal pahanya. Tanpa sadar membuatnya mengangkat pinggulnya untuk semakin mendekatkan diri pada Christopher, mendekatkan diri pada kejantanannya yang makin terasa keras, mendesakkan diri ke pangkal paha Andrea.

Christopher lalu membuka dasi dan kemejanya, dan melemparkannya begitu saja ke karpet. Tubuh mereka yang telanjang berpadu, dada mereka bersentuhan, kulit dengan kulit, panas dengan panas, gairah dengan gairah, menimbulkan sensasi aneh yang menyelimuti Andrea, dia menggeliatkan tubuhnya, tidak tahu sensasi itu sebelumnya, hanya tahu bahwa dia ingin dipuaskan, entah dengan cara apa.

Lalu Christopher menurunkan celananya sekaligus, dan membuat Andrea terkesiap melihat kejantanan Christopher yang sudah siap untuk dirinya.Tatapan mata Christopher tajam agak berkabut oleh gairah, dia mengetahui Andrea sedikit ketakutan, dan lelaki itu lalu mengecup ujung hidung Andrea.

"Kau akan bisa menerimaku, Sayang." Ciumannya turun ke leher, ke bahu dan ke payudara Andrea, menghadiahi setiap bagian tubuh Andrea dengan kecupan sayang. Lalu lelaki itu mengecup perutnya dan menyentuhkan lidahnya lembut, menimbulkan rasa panas dan menyengat di sana.

Dengan jemarinya, Christopher lalu menurunkan celana dalam Andrea, hingga bergulung sebelah pahanya dan berdiam di sana. Andrea memekik ketika Christopher membuka pahanya dan mencoba menutup pangkal pahanya, merasa malu luar biasa, tidak pernah sekalipun ada lelaki yang berbuat seintim ini dengannya.

Tetapi Christopher malahan mengecup lembut jemari Andrea yang menutup pangkal pahanya dan menyingkirkan jemari Andrea itu, senyumannya kepada Andrea benar-benar intens dan penuh rasa memiliki.

"Aku suamimu." Hanya satu kata, cukup satu kata untuk menunjukkan betapa Christopher memiliki setiap jengkal tubuh Andrea, membuat tangan Andrea lunglai, pasrah di samping tubuhnya, dan membiarkan Christopher menunduk, lalu mengecup kewanitaannya dengan lembut.

Andrea mengerang, meremas seprei dalam genggaman tangannya ketika kecupan Christopher di kewanitaannya makin intens, lelaki itu benar-benar menikmati seluruh sisi kewanitaan Andrea, mencumbunya, mencecap setiap rasanya dengan lidahnya yang hangat, dan ketika menemukan titik kecil di sana, lelaki ini memberikan seluruh perhatiannya membuat Andrea tidak bisa menahan erangannya, merasakan sensasi melayang akibat cumbuan Christopher di titik paling sensitif tubuhnya, titik yang bahkan tidak diketahuinya sebelumnya.

Andrea sudah basah, panas dan siap. Christopher tahu itu. Dia kemudian menaikkan tubuhnya, setengah ragu apakah Andrea benar-benar siap menerimanya untuk memasukinya. Disentuhkannya kejantanannya di sana, membuat Andrea mengerang, menatap mata Christopher dengan ketakutan yang dalam.

Christopher menatap Andrea dengan tajam, mereka saling bertatapan, dan kemudian Christopher menyatukan tubuh mereka, membuat Andrea mengerang karena rasa sakit yang amat sangat menyengatnya di bawah sana, jemarinya mencengkeram pundak Christopher dengan kuat, hampir mencakarnya.

Merasakan betapa kencangnya kewanitaan Andrea, Christopher mengerang, napasnya terangah dan kepalanya menunduk, hidungnya menempel di hidung Andrea, tatapannya lembut penuh cinta.

"Tahan sayang." Dan kemudian, dengan satu hentakan tanpa ampun, Christopher menyatukan keseluruhan dirinya ke dalam tubuh Andrea, membuat perempuan itu memekik keras, menahan sakit dan perasaan aneh yang menyeruak di dalam dirinya.

Mereka terdiam dengan napas terengah, saling bertatapan. Christopher memberikan kesempatan kepada Andrea untuk menyesuaikan diri dengannya, dan ketika dirasakan betapa tubuh Andrea telah santai menerimanya, Christopher menarik tubuhnya pelan-pelan membuat Andrea mengernyitkan keningnya.

"Sakit ya." Christopher berbisik lembut, mengecup pelipis Andrea, mengecup hidungnya dan kemudian mengecup kernyitan di dahinya, berusaha menghilangkannya.

Andrea mengehela napas panjang, sedikit nyeri dan tidak nyaman di bawah sana, tetapi kesadaran bahwa tubuhnya telah menyatu dengan tubuh Christopher dan dia telah termiliki oleh lelaki itu membuat dadanya mengembang penuh cinta, dia tersenyum kepada Christopher, senyum yang sangat mempengaruhi lelaki itu karena membuatnya tidak bisa menahan diri lebih lama. Tubuhnya bergerak semakin lama semakin cepat, membawa Andrea melewati batas yang tidak pernah berani dilompatinya sebelumnya.Rasa sakit dan pedih itu berbaur dengan kenikmatan, membuat Andrea melayang, tubuhnya mengikuti ritme tubuh Christipher sampai kemudian lelaki itu mengerang dalam-dalam karena kenikmatan tak tertahankan yang menghujani tubuhnya, menyatukan dirinya sedalam mungkin, dan kemudian mencapai puncak pelepasannya, membawa Andrea bersamanya,

Rasanya luar biasa nikmat, seperti dilemparkan ke dalam sumur yang sangat dalam dan nikmat penuh dengan stimulasi di setiap saraf tubuhnya. Darah Andrea berdesir oleh derasnya aliran kenikmatan yang memenuhi setiap pembuluh darahnya, dia mengerang ketika mencapai orgasmenya, mengangkat pinggulnya menerima tubuh Christopher yang menghujamnya sepenuhnya dan merasakan pelepasan lelaki itu yang hangat dan panas jauh di dalam tubuhnya.Christopher rebah di atas Andrea, dengan tetap menahan diri agar tidak menimpakan berat tubuhnya kepada Andrea, matanya menatap Andrea dalam, mereka saling tersenyum penuh cinta, kemudian Christopher bergumam serak,

"Isteriku, aku akan mencintaimu selamanya. Kehidupan mungkin hanyalah sebuah perjamuan dan kematian adalah hidangan penutupnya, tetapi aku berjanji kepadamu, aku akan terus mencintaimu hingga kita menikmati hidangan penutup kita." Sebuah janji yang diwakili oleh sembilan lilin berwarna biru yang menyala redup menerangi ruangan.

Lambang janji cinta Christopher kepada Andrea.

***

[Kembali ke masa sekarang]

Andrea membuka matanya dan terkesiap menatap bingung pada ruangan di sekelilingnya. Bau obat yang kuat dan seluruh dinding bercat putih membuatnya tahu dia sedang berada di mana.

Ada infus di lengannya, dan ketika meraba kepalanya, ada perban di sana, terasa sedikit nyeri ketika disentuh. Jantung Andrea bergolak cepat dan air matanya mengalir dengan derasnya.

Dia sudah ingat semuanya...

Semuanya dari awal sampai akhir, dari pertemuan pertamanya dengan Christopher sampai perpisahannya akibat kecelakaan itu.Dan kemudian Andrea teringat ekspresi sedih Christopher ketika dia menembaknya. Ekspresinya begitu terluka meskipun lelaki itu memanggilnya 'sayang'

Andrea menangis keras-keras penuh penyesalan, menyadari bahwa dia telah menembak suaminya sendiri. Menyadari bahwa dia mungkin telah membunuh suami yang amat sangat dicintainya.

Christopher Agnelli adalah suaminya, belahan jiwanya yang selama ini terpisah jauh karena keadaan.


Poskan Komentar

79 comments

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA......
thankies mbak Santhy..mbak Mendy yang ULTAH...mas Yudiii..

muaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh

Yess....PERDANA!!!!!!! ngomen,,ngbaskom,,,ngpiring,,nggelas...wkwkkwkwkkwkw

Mkasih riska nova :d
Hehehe

Yang ditunggu akhirnya...
Ohh.. Astaga.., Akhirnya.. Andrea ingat juga..
Tuh kan nyesel..
Spanyollll.. berarti andrea anaknya rafael dan elena. Tapi kok bisa???????
PENASSSSARAAAAAAAAAAAANNNN.......Arghhh

Mbak santhy lagii...lagi...lagi..

Thanks mbak santhy N Kru admin PN.
Peluk erat...
Eh ada yg ultah tuch. Happy birthday mbak Mendy..

SEMANGAT ALL..

AAAAAKKKK~ GILAAAAKKK!!! Frustasi gara2 ternyata yang sebenernya kayak gini, yaampuuun Andrea pasti ngirain Chris udah mati hiks~ eh ngomong2 Andrea ini anaknya Rafael sama Elena yang ilang yaa ? /sotooooyy/~

makasiii mbak santy.....bighug..

makasiii mbak santy.....bighug..

Smg bsk apdet lg yah.. Tengkyu admin

Sumpah deh tiap baca karya mb Santhy seakan berhenti bernapas karena begitu tegangnya ...
Flashback yang panjangggg sekali tetapi i like it hihi ..
Akhirnya Andrea inget juga *ucap alhamdulillah* hihi

Mb San, terus kapan terungkap Andrea itu anaknya om Rafael *ini pernyataan bukan pernyataan* #ala mb Santhy xixi


Thanks mb Santhy, mas Yudi, Portal Novel dan mb Mendy :)

proses hubungan Christopher & Andrea bisq di blang singkat tapi....cinta mreka sangat kuat, berarti Andrea emang anaknya Rafael & Elena donk ya, proses Malam pertama mreka 11 12 dengan Rafael & Elena yg hanya melakukan saat sudah resmi jadi miliknya, Andrea tenang suami kamu belum mati sayang, sekrang nunggu flasback saat andrea kecelakaan lagi nehhh, makasih mas yudi & m'ba santhy yg the best buat ini certa

Eh...mank anknya rafael n elena ilang yà..??itu d bagn crita yg mnaaa...??koq akyu g tau yaa..??? *panik buka2 novel mba santhy yg laen*

wa..wW...
akhirnya andrea ingat jga walau telat sampai nmbak crhistper. .

maci mas yud mb san..`^^

Mbak santhyyyyy... Tambah lgi dong bab ceritanyaaa.. Sdh ga' sanggup lg nunggu..:(
thanks berat buat mbak santhy dg mas yudi..:)

Ohhj ternyata itu toh arti dari 9 lilin biru itu.. wuahhh om Chris ternyata romantis sekali yaa.

Top deh mbak San2. Sabar menanti bab2 berikutnya yg sdh menjelang akhir. Elena dan Rafael must be very happy ya nanti. Still confuse bagaimana Helena bisa menghilang dari Elena dan Rafael dan akhirnya diangkat anak oleh Opa Adam.

AAAArrrrggggghhhhhhhhh........akhirnya, pasti andrea waktu kecilnya di culik, atau hilang, terus di temuin n di rawat sama org tuanya yg sekarang.
Aduh, penonton penasaran nih

Tanggung.....tanggung......
T_T ...... bener2 deg2an bacana....
Please 1 bab lagi dunk PN.....
Makasih Mba Santhy, makasih Mas Yudi, makasih Mendy, n all PN kru ^_^

ooo lagi ultah ya mbak.... selamat hari lahir Mbak Mendy.... :* makasih Mbak Santhy dan Mas Yudi.... *peluk erat erat semuanya
btw... episode kecelakaannya belum yah Mbak?? truss kalo gt sejak kapan donk helena ini terpisah dari rafael???
penasaran tingkat dewaaaa....
dan masih harus nunggu hari sabtu. hiks hiks..

lagi..lagi...lagiiii... =)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Wow... Jadi itu maksud sebenarnya dari 9 lilin biru?? So sweet...
Btw ada kesalahan pnulisan itu. (Andrea melingkarkan kepalanya ∂ΐ sekeliling leher christoper) bukannya seharusnya lengan yah??

Makasih mbak shanty , makasih mas Yudi dan tak LUPA makasih buat editor YG lg ultah hehehe.

tinggal bbrp bab lagi ya ..? Hemmm tak terasA.

oh ternyata begini kisah awal sang Dewi amor melayangkan panah Asmara Pada Andrea & Christopher .. Hehehe..

THANKZ bgt Pornov :))

Uhhhhh,,
masih penasaran,,
mba santhy jempot bgt,
ak baca smpi was was,,
kerrrreeen,,
mksh mba santhy,mas yudi,
all crew portnov
hatur nuhun,

Wah bneran anknya rafael ma elena ni.. koq bs ilang ya,, thx mba santhy,, thx PN

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Riska nova @ ya ampuunnnnn chhiinnnn malam Ini dirimu kok heboh bgt sih gak DI fb gak DI g+ serruuuuuu & kepo abizzzz hehe.. Oh Apa Karena malam Ini Malam jumat? Jumat Apa? Jumat kliwon kah Apa jumat legi? Hihihihihiiii

ops sorry chhiinnnn Iam just kidding :D lol baca komen2mu DI Malam Ini bnr2 bikin ane ketawa hehe. Wekwekeekekekwkwwwk

Puas banget thx mba santhy, bab terpanjang nih uhhuy

Ooo gitu toh ceritanya... Akhirnya sadar jg siandrea..

Wah teka-teki tentang siapa christopher terungkap tinggal teka-teki sih andrea belum terungkap apa dia anak yah elena dan rafael sih helena atau bukan !
Thank you mba santhy yang bikin cerita buat pembaca yah furtasih tinggak membahayakan and mas yudi yang udah posting

Pukpuk buat andreaaaa (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)\('́⌣'̀ ) penyesalan emang selalu datang belakangan-_- tapi berbahagaialah masih ada kesempatan buat andrea \(´▽`)/ makin kereeennnn!!! Gak kerasa detik2 mau ending fiuhhhh (¯―¯٥)

Aduh... Jambak2 rambut deh,saking gemesnya...
Santy... Dikau meremas2 hatiku... :)

Emje,met ultah ya sayang.. Wish u all the best...

Riska... Boleh pinjem baskomnya... Hehehehe

Nice chapter.
Kurang tiga bab lagi....

@Cyiin Shila Ashia : Maljum Wage cyiinnn...wkwkwkwkkwkw

lagi kena pirus senang aku cyiinnn...bosan aku marah2 trus sesiangan tadi *curcol..LOL

@mbak Nita_Oryza >>> mo diapain mak baskomnya ?? klo diisiin Mpek-Mpek Palembang..aq mau minjemin... #modus..LOL

Aaahhh makasih kru admin PN dan mba Santhy *bighug
Rahasia2nya udh banyak yg terungkap, tinggal rahasia asal usul Andrea, jangan2 Andrea anaknya Rafael sama Elena yaa?? Kyaaa penasaran tingkat angkut u.u

ya ampun..ga ketebak deh ceritanya, mba santhy..mksh #pasang mata polos :3

akhirnya dilanjut juga..
oyah mbak santhy , crush in rush nya kapn ..??
pensaran sama kelnjutnnya...

Riska Nova @ chhiinnn bukannya ini malam Jumat Kliwon .. ..? Hihihihihi yadah selamat menikmati Jumat Kliwon ya hehee ...

sist Nita_oryza @ kita make bareng ya baskomnya buat Ngisi empek2 & kue gulung buatan mbak Andrea ampek penuh + ikut piknik sama mereka hehee.. #appaaaassiihhhh kok jd ngomong makanan

Setelah part 13 penuh ketegangan karena banyak peristiwa berdarah, malam ini deg-degan penuh cinta. How I love this story.

Aaaakk... Christopher romantis abiiiiiiss. Yaa Tuhaaaaan... Pesen yang kea gini dong satu. Minus gelar "sang pembunuh" dan catatan di dunia hitamnya mihihihii.

Mbak San, aku boleh minta epilog yang manis nan romantis juga erotis ga? *reader ngelunjak* *plak plak* :)))))

pembaca makin pinter ya Mba Santhy (^o^)b
udah mau tamat.. ye!!!
siap-siap sequel Darkness yg lain'a. \(^0^*)/
Romeo's Lover Wait Me :*

*bawa spanduk besar

Thanks Mba Santhy, Mas Yudhi

Hoh, Mba mandy lg Ultah Ya "Happy Birthday ya Mba" ↖(^o^)↗

Om chris romantis abis,, co cuit...
Makasih buat mbak santhy, mas yudi, dan selamat ulang tahun buat mbak mendy...

#buru-buru ngegandeng romeo

Thx naora.. Hehehe

Klo mau tw knpa bsa, jwabanny ad d epilog.. So, brsabar aj..:p..*spoiler* hahahha

@dara : Jwabanny ad d epilog *spoiler lgi*
Hahahaha

@aradhya : yg bner ntu "ini bkan pertanyaan tapi pernyataan" atau "ini pernyataan bkan pertanyaan"
Haha

huahhh.. bab ini kok rasanya panjang banget ya mbak.. tapi aku sukaaa..
dan seperti biasa yang komen disini rame banget.. bingung mau komen apa, udah diwakilin semua oleh temen2 yang lain. hihi..
makasih mbak santhy dan mas yudi.. ^_^

TT TT nyesek banget. Akhirnya ditemukan titik terang juga. Wah bener nih kalo Andrea=Alena. Anak dari Rafael-Elena. Udh jelas deh.

@hesti : thx ya..:D:*
Helena trpisah dri rafael tu bgianny epilog.. Hihihi *spoiler utk yg ktiga kaliny*

@Gita : jwabanny d epilog.. hahahah *snyum misterius + spoiler + mntang2 udh bca smpe slesai dluan*
Hahahah

Makasih Hirza..:D
Romeo's Loverny msih blm siap.. Juni/Juli mngkin bru mulai d post atau mlah desember..x_xT--T
Kykny bru trtulis 5 bab deh..*lirik mbak santhy*
Hahahha

@rahmatul : epilogny brisikan misteri dan kjadian brdrah..
*snyum misterius + spoiler*=))

@bumi cinta : sbar yah.. Mngkin bsok bru d post.. Ato nunggu mbak santhy ga sibuk.. Maafkn sy..T--T
Bru slesai edit mlm ini..T--T

Ah! Finally masa lalu Andrea sama Chris akhirnya terungkap, dan syukurlah kalau Andrea akhirnya bisa mengingat semuanya. Berat banget pasti, tapi semoga Chris cepat menampakkan dirinya buat ngilangin sedikit kegundahan Andrea.

Wah..mantap
Cinta yang agung..... tidak mau menodai sebelum resmi..
Beda dengan novel yang lain..
Romantis murni...

AAAHHH.....asli keren abis. Mksh mb shanty, mksh mendy jane, mksh pornov... #bighug *__*

so sweeet n so hurt,,,,,,,,so sad,,,,,,,ngerasain jd andrea,,,hehehehe..thanks mba shanty,mendy jane &PN.,,,,,mmmuuaaacchhhh

Kyaaaaaaaaaa keceee!!!!!Christopher setia banget!!!!!aaaaaaaa itu beneran Helena kan????Ya Tuhan!!!Kapan ilangnya?????#shock
Makasih Mbak Shant,Mas Yudi,Mbak Mendy eh hbd ya mbak.....

Huaaaaaaaaaaaa,,,,,
Paliiinggg sukaaaa sm kt2 "Apapun yang terjadi sayang, kau harus
tahu bahwa menyakitimu adalah hal
terakhir yang aku pikirkan."
*meleeleeehhhhh*
Aiiihhhhh,,,hr ni srba 'panas',,tp nyangg nih,,awalny 'panas' ujungny nangis..g kbyg jd Andrea,,hmpir mmbunuh suaminy,,hmpr jadi janda krn amnesiany.. Yaaaaa ampyuuunnnnn...hukz,,hukz,,hukz....
Mksh Mba Santhy,,Mba Mendy(happy b'day yah Mbaaa,,maap lumz smpt k g+ bwt ngcapn lgsg n maap telat,,dr smlm ssh bgtz mw komen.. Hukz T.T ),,bwt Mas Yudiiii....
*peluukkkkkk smw*

waa.. ternyata begitu kejadian pertemuan pertamanya Andrea dengan Christoper..

hahah, jadi punya feeling kalo Andrea anaknya Rafael yg hilang atau di culik atau... entahlah..
hahaha

msh ga ngrti latar crta ini d negara mana . Di atas andrea ngomong "nebak kalau
lelaki ini adalah orang eropa. Wajahnya
terlalu klasik untuk menjadi orang
Amerika" skilas mkir brti latar ni d amerika krn andrea ngebndinginnya sm org amerika. Tp kbwh lg ada klimt
"negara kcl tropis yg mlewati garis khatulistiwa" jls nunjukin itu bkn amerika tp indonesia(kl g slh) hahaha. Jadi.. ayamku? Wkwkwk

Hepi besday mba Mendy...wish u luck olwez...^^

gimana ceritane kok helena bisa hilang,,,pantesan kata om rafael elena berubah sejak kejadian itu???? Kejadian Apa ya??????

tapi seneng akhirnya Bab yang ditunggu keluar juga,,,,aaaaaaahhhhhhhhhhh

thank's ya mas yudi and Mbk Santhy muach, muach, muach......Love you all

Uwaaa....
Si christopher ini, jarang2 ngomong tp sekali ngomong bikin klepek2....
So sweet....
^_^

@Vie : coba yang bilang gitu si kangmas Diyantoro atw bang Dr. Nelwan...
Makin meleellleeeeehh dirimu pastinyaa....hehheheheeheh

#peace_luv_respect.

hehe salah ketik diriku mb @Mendy Jane biasa kepleset nih jempol *jadi malu*
oh ya bukannya #Romeo'sLover udah ampe ending ya kata mb Santhy *semoga bener pgen baca romeo* hihi

Wah,,,
kelihatannya Andrea saudara kembar Helena Alexsander

Tks mbaaaaaaa love uuuuuuuuuu

kyaaaaaa kereeeeeeennnnn banget ini mah ceritanyaaaa... love it ^^

Wow..., ,masa lalu mereka manis sekaligus sakit. Saat bahagia mereka sesaat dan langsung menderita. Andrea sudah ingat n aku beneran g bisa bayangin dia bakal gimana setelah tahu semua. Andrea beneran anaknya Rafael nih. Update cepet.

wahh , ajdi salah yah kalo mas chris itu anak nya lucas/darren . hahahha
hmmm. andrea sudah ingat semuanya . pasti andrea anaknya elena sama mas rafael . hahahhaha

Hah? Darah lagi? Jangan sampe berdarah kea part 13 lagi kak. Kalo berdarah karena ada bayi yang baru lahir sih gapapa. Suka banget kalo mereka punya bayi. Campuran darah itali + spanyol + indonesia. Mata biru yang tajam, kulit warna zaitun dan rambut hitam pekat. Wow cakep! :)))

penasaran dengan penelitian ayahnya andrea yg yg sangat penting dan rahasia. sepenting apakah sampai bisa menjatuhkan kepemimpinan sebuah negara? negaranya negara apa?
apa dibab selanjutkan akan dijelasin yah.

@dhea : bkan Alena, Dhea... Tpi Helena Alexander
Hahaha

ya ampun
sedih bgt

tapi kan andrea ngak sengaja nembak crish
moga aja crish ngerti

satukan crish-andrea mbak santi
hehe

aaaahhhhhhh.... mbak mendyyyyy..... bikin penasaraaan..... *gelitikin mbak mendy.... hahhahaha.....

Happy birthday for mbak mendy.. :)
moga pnjang umur, mkin tebel dompetx, mkin cakep, mkin smuanya aja deh..

anaknya elena dan rafael ilang???
di cerita bagian mana ya??
aku gag pahammm..

Waah maapkan baru sempat komen lagiii hehhehe pas dibaca2 banyak pertanyaan yang nantinya akan terjawab di bab2 selanjutnya. Jd semoga all readers bersabar yah mengikuti bab demi bab sampai ke epilognya :)
Kalau yg jawabannya ada di bab2 selanjutnya belum kujawab yah sayaang soalnya nanti spoiler xixiixxi :D

Untuk beberapa pertanyaan yg bisa dibantu di sini dijelaskan disini yah :D

Dewi wahyuni : "setting kisah di negara mana?" di indonesia kok hehe :D clue-nya christopher bilang kalo tugas ini paling susah soalnya penampilannya mencolok jd ga bisa nyamar. Dan pulau Rafael Alexander ada di deket pulau dewata dear ( bali)


Desi Damayanti : "penelitian ayah andrea apa?" Sebenernya settingnya organisasi penelitian itu di negara timur tengah yang punya banyak minyak, yang pemimpinnya diturunkan setelah didemo rakyatnya dan kerusuhan di sana :) memang sengaja ga dispesifikkan dear heee yang pasti ayah andrea nemuin 1titik untuk meruntuhkan kekuasaan itu dari sebuah hal yang remeh yg ditelusuri dengan ilmu "butterfly effect"nya hueee maapkan ga dijelaskan secara terperinci yah dear karena kisah negara + organisasi asing itu seperti 'cameo' saja :)

@ Chaza : "anaknya elena dan rafael hilang? Dibagian cerita mana?" Kalo tentang itu belum ada ceritanya memang sayang sampai bab ini heee :) itu adalah hasil tebakan dan kesimpulan all readers yang sangat lihai dalam mengumpulkan semua clue yang ada heee mengenai benar atau tidaknya bisa dilihat nanti di bab2 selanjutnya sampai epilog :D


Bab ini puaaaaanjaaaang banget yah dear xixixixi habis mau dipecah 2bab rasanya kok nanggung jd dijadiin satu deh biar semua puas bacanya yah hihihi maapkaaaan T__T kayaknya tar bab 15 panjang juga deh xixixixi :D

Terimakasih ya yang sudah membaca. Sudah memberi komen, memberi masukan, memberi koreksi memberi semangat :)
terimakasih banyaaaaak

*peluk erat semuanya*

Ps : maapkan komenku panjang T__T

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top